Jumat, 25 Februari 2011

The Payung....


Roda kehidupan sebagaimana mestinya berputar, hiruk pikuk ibu kotapun berjalan sebagaimana biasanya,  seperti semalam, hujan deras mengguyur Jl. Sudirman Thamrin. Saat itu, saya baru saja selesai mengikuti Training Khusus tentang PruSyariah, yaitu salah satu Produk Unit Link Prudential yang berbasis syariah.

Karena hujan mendadak, maka anak-anak yang biasa menawarkan jasa payung masih sedikit, akibatnya saya dan para calon penumpang kendaraan umum lainnya berlari, berebut naik bis, dengan basah kuyup. Di dalam tas saya ada Lap Top dan beberapa dokumen yang lain. Ya Allah... moga-moga tidak basah, do’a saya. Rasanya rela bayar mahal buat siapa saja yang bisa nawarin jasa payung.

Saat itu saya tiba-tiba ingat, begitu rupanya fungsi “barang” yang selama ini saya tawarkan kepada teman-teman, family, tetangga, orang yang baru dikenal, bahkan kepada supir taxi blubird yang kadang saya tumpangi. Asuransi...., saat tidak dibutuhkan, ditolakin dimana-mana. Sama seperti payung, saat hari tidak hujan, saat hari terik, ia dianggap beban. Berat-beratin tas aja....! he.. he..

Untung saja, kadang kalau hujan ada adik-adik penawar jasa payung jadi kita masih bisa tetap terlindung dari hujan. Namun kalau Asuransi, kalau pas lagi butuh, pada saat itu pulalah, sinyal “tidak layak punya” dikenakan pada kita. Iyalah..., mana ada Asuransi yang mau menerima calon nasabah yang sudah sakit-sakitan. Bisa digebuki sama nasabah lama dia . Alamat bangkrut , karena bakalan ada potensi klaim dalam waktu dekat.  Don’t be late.....

Ini bukan jualan.com, but really kalau kita tidak luar biasa kaya raya, sungguh langkah yang bijaksana bila memutuskan untuk membeli asuransi. Do it man... sebelum terlambat. Life is full of surprise. We never know......  just prepare, better than regret because we do nothing....

Jumat, 18 Februari 2011

Beda menabung di Bank dan Asuransi

Sebagian dari kita masih ada yang bertanya-tanya dan masih ragu dengan Asuransi dan mungkin kita akan bertanya “apa bedanya mengambil Polis Asuransi dengan menabung di Bank?”. Pertanyaan ini, hampir ditemukan setiap kali agen asuransi melakukan presentasi.

Ibarat kita mau menaiki gedung berlantai 10, menabung di Asuransi itu ibaratnya naik LIFT, sedangkan menabung di Bank ibaratnya naik TANGGA BIASA. Dengan menaiki LIFT, kita hanya menekan TOMBOL yang kita inginkan, sedangkan dengan menaiki tangga, kita dipaksa jalan melalui beberapa anak tangga tiap lantainya.

Dengan menaiki LIFT, tujuan akan tercapai ke lantai 10, meskipun misalnya ketika sampai di lantai 5 kita harus keluar dari LIFT karena pusing atau bahkan pingsan terkena serangan jantung.  Setelah kita turun dan pintu LIFT tertutup, LIFT akan melanjutkan untuk menyampaikan tujuan kita ke lantai 10.

Bagaimana kalau kita menaiki TANGGA BIASA? Jika sampai lantai 5 tiba-tiba kita terpeleset dan keseleo kaki kita, bisa dipastikan untuk berjalan kelantai berikutnya akan sangat sulit atau bahkan kita tidak mampu melanjutkan perjalanan menuju lantai 10. Itu artinya tujuan kita ke lantai 10 hanya mimpi belaka.

Begitu juga Asuransi, jika kita bisa menabung selama jangka waktu yang ditentukan, kita dapat menikmati hasilnya sesuai dengan manfaat yang dipilih dan pendidikan anak dapat terjamin karena memiliki dana tunai yang pasti, dan jika di tengah jalan terjadi sesuatu dengan orang tua, biaya pendidikan anakpun tetap terjamin sesuai rencana karena prudential akan melanjutkan pembayaran premi sampai dengan usia anak maksimal 25 tahun. uang pertanggungan keluar sebagai ahli waris dan manfaat pendidikan sampai kuliah akan dirasakan.

Sedangkan Bank, dana yang disimpan adalah dana pasti dan dapat dimanfaatkan sebagai pendidikan akan tetapi Jika terjadi sesuatu pada orangtua maka dana yang didapat hanya dana tunai sesuai dengan yang  ditabung, maka kemungkinan pendidikan anak tidak dapat terjamin, dan di Bankpun tidak ada uang pertanggungan.

Mana yang lebih AMAN nabung di Bank atau di asuransi?
Jawabannya adalah: ”Asuransi dan Bank sama baiknya, bahkan jika kita perhatikan dari penjelasan di atas justru asuransi lebih menguntungkan. Tabungan di bank  dapat diambil sewaktu-waktu dan bisa saja digunakan untuk hal-hal diluar tujuan kita menabung misalnya untuk kegiatan yang konsumtif. Sedangkan dengan berasuransi dana kita aman, fokus untuk suatu tujuan jangka panjang.

Terima Kasih semoga bermanfaat.

Senin, 14 Februari 2011

Mengenal Asuransi


Setiap mahluk hidup pasti akan mengalami resiko kehidupan. Ada yang menjalaninya dengan menerima apa adanya, ada yang sudah mempersiapkannya dan ada juga yang mengalihkannya ke pihak lain. Disinilah asuransi berfungsi dimana anda dapat mengalihkan semua resiko kehidupan (sakit, kecelakaan, dana pensiun, dll).

Pilihan ada di tangan anda. Dimana anda bisa merasa aman dan nyaman dlm memilih dan mengalokasikan dana anda di Perusahaan Asuransi.

Kenapa kita tidak mengalihkan resiko kita kepihak ketiga? Baik kesehatan, kecelakaan, jiwa serta warisan? Asuransi akan membantu anda dalam pengelolaan keuangan jangka panjang sekaligus bonus proteksi rumah sakit.

Orang2 banyak berpikir ikut asuransi itu buang2 duit! Itu dulu … Sekarang orang2 banyak yang sudah sadar akan pentingnya asuransi. Salah satunya kegunaan asuransi adalah klaim rawat inap. Kalo udah ikut asuransi ngapain bayar pake duit sendiri …

Asuransi adalah sarana tepat untuk antisipasi berbagai kemungkinan hidup kita, stereotype tg masih ada dengan anggapan asuransi sangat menakutkan harus diubah karena kita adalah manusia berpikir yang harus mencari perbaruan2 membaik, bukan hal konstan tanpa dinamika.

Entah mengapa asuransi kesehatan menjadi hal yang sangat menakutkan bagi segelintir orang?

Dulu, ada beberapa orang untuk mengambil asuransi sebagai proteksi diri. Beberapa kali mungkin sebagian besar dari kita mendapatkan penawaran paket-paket asuransi dari berbagai macam asuransi.  Mungkin ketika anda ditawarkan dari agen agen asuransi yang ingin bertemu dan menawarkan asuransi, anda coba untuk mundur satu langkah, sebagai sinyal penolakan anda terhadap semuanya itu. Akan selalu ada 1001 macam alasan untuk menolaknya.

Sampai akhirnya anda menikah dan dikaruniai satu anak, barulah berpikir ulang, mengenai pentingnya ikut asuransi, terutama asuransi pendidikan untuk anak anda, dan asuransi jiwa + investasi untuk diri anda sendiri.

Jadi jika terjadi apa-apa terhadap diri anda dikemudian hari, keluarga yang anda cintai masih tetap terproteksi dalam hal financial. Hal lain yang mungkin membuat anda memutuskan untuk mengambil unit di asuransi adalah pertambahan tabungan di investasi lebih besar dibanding dengan menambung di bank yang setiap bulan selalu dipotong oleh biaya administrasi.

Last but not least adalah daripada uang habis entah kemana, mendingan di pakai untuk memproteksi diri dan keluarga serta memiliki sebagian tabungan di asuransi tersebut.

Jumat, 11 Februari 2011

Pentingnya Polis Asuransi

PADA edisi kali ini saya akan menyajikan kepada Anda tentang hasil survei terkini perihal urgensi berasuransi jiwa di Amerika Serikat (AS).

Fakta ini penting untuk kita simak karena dampak krisis global serta-merta memunculkan kesadaran masyarakat di negara itu untuk berasuransi jiwa. Urgensi tersebut seyogianya bisa menjadi referensi bagi masyarakat kita untuk segera memperlengkapi diri dan keluarga dengan asuransi jiwa. Survei berskala nasional yang diadakan di AS pada 8-15 Juli 2010 terhadap 1.004 warga masyarakat baru saja dirilis hasilnya minggu lalu.

Secara statistik, hasil survei menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat di negeri itu terhadap proteksi asuransi dan keamanan keuangan dalam konteks perencanaan keuangan mengalami pertumbuhan yang pesat.

Ini menunjukkan terjadinya peningkatan kesadaran di kalangan warga AS terhadap risiko keuangan yang akan mereka alami terkait dengan dampak negatif akibat hantaman resesi ekonomi global. Gelombang krisis keuangan global pada 2007-2008 telah menghantam denyut perekonomian dunia, termasuk di dalamnya eksistensi pasar saham, industri keuangan, dunia usaha, dan dinamika kehidupan masyarakat.

Sadar Berasuransi Jiwa

Survei menunjukkan, hampir 46 persen penduduk AS yang berusia di atas 30 tahun mengatakan bahwa saat ini mereka peduli dalam hal pengelolaan risiko keuangan ketimbang sebelum terjadinya krisis keuangan global. Ketika mereka ditanya tentang langkah apa yang akan mereka lakukan pasca terjadinya krisis keuangan, 14 persen di antara mereka menyatakan sudah berkonsultasi dengan ahli perencana keuangan jangka panjang.

Survei juga menunjukkan hampir seperempat atau 22 persen dari penduduk AS yang berusia 30 tahun ke atas baru melakukan perencanaan keuangan jangka panjang untuk pertama kalinya. Artinya, mereka belum pernah melakukan perencanaan keuangan tersebut. Dalam memilih perusahaan lembaga keuangan seperti asuransi jiwa, 14 persen di antara mereka memilih perusahaan yang bereputasi dan memiliki kekuatan keuangan yang solid.

Krisis keuangan global tampaknya mengajarkan kepada warga AS tentang pentingnya melakukan perencanaan keuangan untuk mengatasi berbagai ketidakpastian dan risiko yang mengancam mereka di masa depan. Krisis ekonomi terdahulu telah menghancurkan ekonomi banyak keluarga sehingga mereka jatuh miskin!

Harta dan kekayaan mereka tiba-tiba berkurang nilainya akibat kontraksi pasar saham dan keuangan! Harapan mereka untuk menikmati kehidupan yang berkualitas menjadi berantakan! Bangkrutnya berbagai perusahaan membuat banyak orang yang bekerja di dalamnya tidak memiliki kepastian di masa depan.

Serangkaian dampak buruk tersebut telah membuka hati warga AS untuk memperlengkapi diri dengan produk asuransi jiwa. Bagaimana dengan kesadaran masyarakat kita dalam berasuransi jiwa? Berdasarkan data yang dikumpulkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), jumlah manfaat klaim meninggal dunia yang telah dibayarkan oleh perusahaan selama kuartal I-2010 adalah Rp762,8 miliar. Jumlah ini menunjukkan sisi penting peran asuransi dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat di negara kita.


Santunan klaim meninggal dunia tentu sangat dibutuhkan oleh keluarga yang ditinggalkan oleh tertanggung. Dalam hal ini manfaat polis asuransi jiwa bisa mengakomodasi ragam kebutuhan keuangan keluarga, misalnya untuk biaya pendidikan anak-anak, pelunasan utang, dan biaya kehidupan keluarga dengan standar yang memadai.

Salah satu alasan penting mengapa seseorang harus membeli polis asuransi jiwa adalah bahwa yang bersangkutan mencintai pasangan hidup dan anak-anak tercinta.

Ketika polis asuransi jiwa ada dalam genggamannya, ada kepastian bahwa pasangan hidup dan anak-anak mendapatkan perlindungan dalam hal kebutuhan keuangan manakala yang bersangkutan mengalami musibah/kemalangan secara tak terduga. Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari polis asuransi jiwa, antara lain pengganti penghasilan (income replacement), mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak (education funding), persiapan dana untuk perawatan kesehatan dan kecelakaan (health insurance), menabung dan mengakumulasi aset (saving & asset accumulation), serta meningkatkan dan mengembangkan aset (asset enhancement).

Bagaimana dengan Anda? Ketika Anda belum memiliki polis asuransi jiwa, ada beberapa pertanyaan yang seyogianya menjadi perenungan. Apakah yang terjadi pada keluarga bila suatu kemalangan menimpa Anda? Apakah Anda ingin agar keluarga tercinta bisa melanjutkan kehidupan dengan baik sesuai dengan kualitas yang sudah Anda sediakan sebelum Anda meninggalkan mereka? Apakah anak-anak Anda bisa melanjutkan studi hingga ke perguruan tinggi sesuai cita-cita mereka?

Seandainya nanti Anda memasuki usia pensiun, apakah Anda tidak ingin pasangan Anda nantinya tetap menerima penghasilan bulanan? Atau, bila Anda adalah seorang pengusaha, apakah Anda tidak ingin mitra kerja atau penerus usaha Anda nantinya bisa melanjutkan denyut bisnis dengan baik meski Anda tidak lagi bersama mereka? Perenungan tersebut seyogianya bisa memunculkan kesadaran Anda untuk memperlengkapi diri dengan asuransi jiwa sesuai dengan kebutuhan Anda.

Asuransi jiwa berperan dalam membantu dan menopang keuangan keluarga Anda manakala suatu kemalangan/ tragedi terjadi dalam kehidupan Anda. Sederhananya, asuransi jiwa membantu Anda dalam memastikan kelangsungan hidup keluarga dengan dukungan finansial yang memadai. Keputusan Anda dalam berasuransi merupakan bukti riil kasih dan perhatian Anda kepada pasangan hidup dan anak-anak tercinta. Selamat berasuransi jiwa. (adn)

EDDY KA BERUTU
Praktisi Asuransi dan
Ketua Departemen Pendidikan,
Pelatihan, dan Pengembangan AAJI(Koran SI/Koran SI/rhs)

Bagaimana Cara Menjadi Nasabah Prudential?

Untuk menjadi Nasabah Prudential anda harus menghubungi seorang Agent. Agent tersebut yang akan membantu seluruh kebutuhan anda dalam berhubungan dengan Prudential. Agent bertugas menjadi pelayan anda dalam keadaan apapun. Dari mulai pembayaran premi sampai ke pengurusan klaim. Pilihlah agent yang benar benar berdedikasi.

Anda dapat kontak dengan kami untuk janji bertemu. Kami akan menjelaskan segala sesuatu yang anda butuhkan mengenai produk ini. Silahkan contact kami bila anda membutuhkan informasi lebih lanjut.

Selasa, 08 Februari 2011

Proposal Illustrasi Manfaat Asuransi dan Hasil Investasi

Untuk mendapatkan gambaran tentang manfaat proteksi asuransi dan hasil investasi, Anda diminta untuk Amberikan beberapa informasi berikut:

Klik di dini jika calon peserta utamanya adalah Anda sendiri atau
Klik di sini jika calon peserta utamanya adalah putra /putri Anda.

Setelah data-data Anda kami terima, kami segera menghubungi Anda. Terima Kasih.


Jika ada pertanyaan, silahkan hubungi kami di Hp. 0856 845 3700 / 0852 8772 4700

E-mail: imron.pruinfo@gmail.com

Produk PRUsyariah

PRUsyariah adalah sebuah produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi berbasis syariah. Ia dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan rancangan keuangan masa depan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah islam.

Produk PRUsyariah Prudential sudah sesuai dengan Ketentuan Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Prudential Indonesia memiliki dua jenis Produk Asuransi Syari’ah, yaitu:
  1. PRUlink syari’ah assurance account, yaitu produk asuransi yang mengkombinasikan antara investasi dan  proteksi asuransi dengan kontribusi reguler.
  2. PRUlink syari’ah investor account, yaitu produk asuransi yang mengkombinasikan antara investasi dan proteksi asuransi dengan kontribusi tunggal.

Untuk permintaan illustrasi manfaat asuransi dan hasil investasi silahkan klik di sini.

Minggu, 06 Februari 2011

Misi dan Kredo Prudential Indonesia

Misi Kami
"Menjadi perusahaan Jasa Keuangan Ritel terbaik di Indonesia, melampaui pengharapan para nasabah, tenaga pemasaran, staf dan pemegang saham dengan memberikan pelayanan sempurna, produk berkualitas, tenaga pemasaran profesional yang berkomitmen tinggi serta menghasilkan pendapatan investasi yang menguntungkan."

Empat Pilar Misi
Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Misi, PT Prudential Life Assurance memiliki Empat Pilar, yaitu fondasi yang merupakan dasar berdiri dan berkembangnya perusahaan serta yang membedakannya dengan perusahaan-perusahaan lain. Berikut ini adalah Empat Pilar:
  • Semangat untuk selalu menjadi yang terbaik Untuk memberikan yang terbaik dan memperbaiki kemampuan untuk mendapatkan hasil yang terbaik pula.Organisasi yang memberikan kesempatan belajar Memberikan kesempatan kepada setiap orang di perusahaan untuk mendapatkan pengetahuan, keahlian dan pengembangan pribadi melalui berbagi training.
  • Bekerja sebagai suatu keluarga Bekerja bergandengan tangan sebagai satu keluarga besar memperlakukan satu sama lainnya dengan rasa hormat dan penuh kasih untuk menciptakan suasana penuh pengertian.
  • Integritas dan Keuntungan yang merata bagi semua pihak yang terkait dengan perusahaanKomitmen untuk selalu memiliki integritas dalam setiap hal, menyediakan pelayanan terbaik untuk nasabah, menghargai setiap orang dengan adil berdasarkan nilai tambah bisnis, berkomunikasi dengan jelas dan memberikan pendapatan penghasilan yang baik ke setiap orang (tanpa diskriminasi).
Nilai-nilai Inti Kami
PT Prudential Life Assurance menjalankan "Core Values" (nilai-nilai inti) yang dikembangkan oleh Prudential Corporation Asia (PCA) sebagai panduan kepada setiap orang di perusahaan dalam bekerja.
  • Berinovasi dan menciptakan peluang - kita terus berinovasi dan menantang diri untuk menciptakan peluang.
  • Menunjukkan rasa peduli dan memahami - kita mengerti dan peduli akan kebutuhan dan harapan para karyawan, nasabah, agen, mitra kerja, dan para pemegang saham.
  • Bekerja sama - kita menegakkan keterbukaan, saling percaya, dan kerja sama tim di seluruh tingkatan organisasi.
  • Memberikan yang terbaik - kita memenuhi janji kita dan memberikan yang terbaik berdasarkan harapan yang jelas dari para stakeholders, sambil terus menjaga integritas kita di setiap waktu.
Kredo Kami:
"Hanya dengan mendengarkan, kami dapat memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, dan hanya dengan memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, kami dapat memberikan produk dan tingkat pelayanan sesuai dengan yang diharapkan.”


Tentang Prudential Indonesia


Berdiri sejak tahun 1995, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan bagian dari Prudential plc, London, Inggris. Di Asia, Prudential Indonesia menginduk pada kantor regional Prudential Corporation Asia (PCA), yang berkedudukan di Hong Kong yang mengelola dana mencapai £309 miliar (Rp 4.198 triliun) per 30 Juni 2010. Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Prudential Indonesia adalah pemimpin pasar dalam penjualan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999. Sebagai pemimpin pasar, Prudential Indonesia selalu berusaha untuk menyediakan produk unit link yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi kebutuhan nasabahnya, dalam setiap tahap kehidupan, mulai dari usia kerja, pernikahan, kelahiran anak, pendidikan anak, dan masa pensiun.

Sampai dengan 30 Juni 2010, Prudential Indonesia memiliki 7 kantor pemasaran, yaitu di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Batam dan 208 kantor keagenan (termasuk di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam, dan Medan). Prudential Indonesia didukung oleh lebih dari 61.000 jaringan tenaga pemasaran berlisensi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dan melayani lebih dari 1.000.000 nasabah.

Beberapa penghargaan yang diterima Prudential Indonesia selama masa beroperasinya, termasuk di tahun 2010 sampai dengan bulan Agustus:
  • Service Quality Award 2010. Menerima kualifikasi "Gold" untuk kategori “Life Insurance Services” dan kualifikasi "Diamond" untuk kategori “Health Insurance Services”. Penghargaan diberikan oleh Majalah Marketing bekerja sama dengan Carre-CSL.
  • Top Brand Award 2010 untuk kategori asuransi jiwa berdasarkan Top Brand Index 2010 dari Majalah Marketing bekerja sama dengan Frontier Consulting Group.
  • Marketeers Award: Greatest Brand of the Decade. Editor's Choice untuk kategori asuransi jiwa, sub kategori merek produk untuk PRUlink dari MarkPlus, Inc bekerja sama dengan komunitas Marketeers.
  • Indonesia’s Most Admired Company (IMAC) 2010 dari Majalah BusinessWeek Bloomberg sebagai “The Best in Building and Managing Corporate Image” untuk kategori asuransi jiwa.
  • Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik dalam ajang Investor Awards 2010 dari Majalah Investor untuk kategori aset lebih dari Rp10 triliun. Prudential juga berhasil mempertahankan trophy "Star Performer" karena telah memenangkan kategori ini selama 8 tahun berturut-turut.
  • Insurance Award 2010. Posisi teratas dalam kategori "Good Life Insurance" sub kategori modal lebih dari Rp 250 miliar dalam ajang Insurance Awards 2010 yang diselenggarakan oleh Majalah Media Asuransi.
  • The Best Islamic Life Insurance, The Most Expansive Insurance, dan The Most Profitable Investment dalam ajang Islamic Finance Award 2010 yang diselenggarakan oleh Karim Consulting.

Sabtu, 05 Februari 2011

Sedia Payung Sebelum Sakit


SAKIT itu mahal. Fakta ini jelas tak terbantahkan. Selain menghabiskan harta, sakit juga mengurangi kesejahteraan dan kebahagiaan. Apa enaknya kaya raya tapi sakit-sakitan?

Omong-omong, apa hubungannya sakit dengan perencanaan keuangan? Pepatah bilang, sedia payung sebelum hujan. Nah, demi menghadapi masa sakit yang bisa datang kapan saja, merencanakan biaya kesehatan, terutama di masa pensiun, jelas mutlak diperlukan.

Pendek kata, kesehatan terjaga keluarga aman sentosa adalah dambaan setiap insan. Oleh sebab itu, kita harus jauh-jauh menyiapkan perlindungan kesehatan bagi keluarga.

Tentu saja, cara paling mudah dan murah menjaga kesehatan adalah berolahraga serta bergaya hidup sehat. Namun, kita sering melupakan hal sepele itu karena kesibukan sehari-hari. Walhasil, sakit selalu menjelang dan kita harus mengeluarkan banyak biaya pengobatan. Di sinilah pentingnya merencanakan dan menyiapkan biaya kesehatan. Maklum, biaya mahal pengobatan gampang menggerus duit kita, bahkan bisa menghabiskan seluruh harta benda kita. "Makanya, semua orang membutuhkan perlindungan kesehatan, tanpa terkecuali," tandas Ligwina Poerwo Hananto, Chief Executive Officer Quantum Magna Financial.

Wajib memiliki
Salah satu cara paling gampang mengantisipasi kebutuhan besar biaya perawatan adalah melalui asuransi kesehatan. Bahkan, dalam perencanaan keuangan, asuransi kesehatan menjadi menu wajib, selain asuransi jiwa, perlindungan penyakit kritis, dan asuransi kecelakaan. "Ini harus dimiliki semua orang," imbuh Prita Hapsari Ghozie, Chief Financial Planner dari Zap Finance.

Jika penghasilan Anda murni dari bisnis sendiri, tak ada salahnya menyisihkan sebagian penghasilan untuk membeli asuransi kesehatan ini. Jika Anda pegawai dan perusahaan tempat Anda bekerja sudah menanggung biaya kesehatan, ada baiknya pula tetap mengambil asuransi kesehatan bila dirasa masih kurang.

Saran para perencana keuangan, pertama, sebelum memilih asuransi kesehatan, Anda sebaiknya mengetahui rekam jejak kesehatan keluarga. Pengetahuan ini berguna untuk memastikan ada tidaknya penyakit bersifat menurun, seperti kencing manis atau diabetes, tekanan darah tinggi, dan jantung.

Jika Anda berasal dari keluarga yang memiliki penyakit keturunan itu, asuransi kesehatan atau asuransi jiwa dengan tambahan benefit perlindungan atas risiko penyakit-penyakit tersebut bisa menjadi pilihan. Istilah dalam industri asuransi adalah critical illness. Saran para perencana keuangan, belilah polis dengan perlindungan penyakit yang paling lengkap.

Kedua, cobalah menghitung biaya apabila Anda terkena penyakit-penyakit tersebut sekarang. Dengan perhitungan tersebut, Anda akan mendapatkan angka yang pasti dan mendekati kebutuhan sesungguhnya. Setiap tahun lakukan perhitungan ulang, karena biaya rumahsakit meningkat sesuai inflasi.

Ketiga, ketika Anda membeli asuransi kesehatan, lakukan riset tentang perusahaan asuransi yang baik dan cepat dalam hal pembayaran klaim. Ini berguna untuk mengetahui kualitas pelayanan rumahsakit jika kelak Anda dirawat di sana. Maklum, meski ada larangan membeda-bedakan pelayanan bagi para pasien, praktik di lapangan menunjukkan bahwa rumahsakit acap "ogah-ogahan" melayani para nasabah asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi yang lelet membayar klaim atau bermasalah.

Keempat, pilihlah asuransi kesehatan dengan sistem klaim kartu, bukan reimbursement alias ditagih belakangan. Sebab, si tertanggung bisa langsung dilayani hanya dengan menunjukkan kartu kepesertaan. "Sistem kartu ini juga berguna jika tertanggung tidak memegang dana tunai," kata Wina.

Kelima, pilihlah asuransi kesehatan yang minimal memiliki fasilitas santunan rawat inap. Syukur-syukur kita bisa menentukan kelas ruangan inap sesuai kemampuan dan keinginan kita. Wina menyarankan agar kita memilih asuransi dengan plafon per sakit, bukan plafon per tindakan. Dengan begini, pertanggungan lebih praktis.

Meski sudah mengantongi polis asuransi kesehatan, Anda juga harus menyiapkan dana cadangan kesehatan. Sebab, sebagian besar asuransi kesehatan hanya menanggung biaya rawat inap, bukan rawat jalan. "Idealnya, seseorang menyisihkan dana sebanyak antara 2,5% sampai 5% dari penghasilannya untuk tabungan kesehatan ini," kata Prita.

(Diambil dari tulisan Edisi Khusus KONTAN Mei 2010)
Hub. Kami: FP ONE Agency
Menara Satrio, Podium Lt. 2 Jl. Prof. DR. Satrio No. 164 Jakarta Selatan

CP. Imron Rosadi Hp. 0856 845 3700 / 0852 8772 4700
Email: imron.pruinfo@gmail.com